blazer korea

Pengen Capres, Terbanting Di Kolaka



Si penguji UU Pilpres Farhat Abbas tergolong manusia langka karena kontraversinya yang kadang-kadang tidak masuk akal. Popularitasnya mulai nanjak sejak dia menguji UU terkait pasal yang tidak memperkenankan jalur independent untuk menjadi Presiden.


Selanjutnya kontraversinya melalui akun twiter dan jejaring sosialnya yang seolah melejitkan namanya didunia maya. Tetapi mungkin banyak yang bertanya sehebat apa dan sekuat apa suami dari Nia Daniati itu dimata publik terutama menyangkut elektabilitasnya dimasyarakat.


Fakta telah menjawab Farhat Abas yang mencoba bertarung menjadi Bupati Kolaka Propinsi Sulawesi Tenggara kalah telak dengan rival politiknya disana bahkan hanya mampu meraih suara dibawah empat persen, sebuah capaian politik yang sangat mengecewakan.


Kita belum mengetahui persis sisi lemah hingga seorang tokoh yang populer lewat televisi ini kalah telak dikancah politik kabupaten. Tetapi satu hal yang bisa kita petik dari perjalanan karir si Farbat Abbas ini ternyata kepopuleran dan ketenaran seseorang belum bisa menjamin mampu meningkatkan elektabilitasnya dimasyarakat.


Dan harus disadari pula seseorang yang populer ada dua, yakni mendapatkan elektabilitasnya atau sebaliknya justru mendapat resistensi di masyarakat. Semuanya tergantung sungguh dari prilaku kepoleranya apakah akan berdampak baik atau buruk.


Farhat Abbas adalah salah satu contoh kongkritnya dan akan menjadi pahit bagi figur yang berprofesi sebagai advokat ini untuk menjalani politik yang lebih tinggi Gubernur apalagi Presiden.



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/10/21/pengen-capres-terbanting-di-kolaka-603527.html

Pengen Capres, Terbanting Di Kolaka | Unknown | 5

0 komentar:

Posting Komentar