MEGAWATI SUKARNO PUTRI menjadi presiden Republik Indonesaia 50% semata-mata karena hadiah. Yang 50% karena perjuangan peras keringat. Ini fakta historis partai berlambang kepala sapi.
Kalau itu seratus 100% perjuangan sang gembala sapi, tentunya mega tak cukup puas hanya dalam suara yang bernilai wapres. Waktu itu memang ada yang menebar kabut, supaya Mega kejepit oleh alur politik, bahwa perempuan tak layak jadi pemimpin. Amin Rais dalam hal ini punya peran besar.
Mega, ketika harus bergandeng tangan dengan Gus Dur (karena waktu itu wapres dan cawapres belum satu paket), saya melihat dalam konteks seperti itu. Di samping sesungguhnya adalah untuk membendung militer kembali berkuasa, yang saat itu nempel pada figur SBY.
Dalam suasana geram, geregetan karena rakyat masih trauma sekaligus dendam pada Soeharto, pengantin cq. Gus Dur dan Mega pun melenggang ke tisana. Sayang sekali bulan madu keburu bubar gara-gara Pak Gus Dur diangap merusak kemapanan. Bahkan secara implisit Gus Dur dianggap ‘buta’ dalam memimpin negara.
Masih kebayang, begitu trengginas sekaligus cekatan, Amin Rais mengetok palu dan mengatakan bahwa presiden RI adalah Megawati Sukarno Putri pada sidang MPR yang dipimpinnya. Ada yang berolok, Megawati itu tk lebih dari presiden PALU.
Megawati masuk istana ‘ngebonceng’ Gus dur karena sama tokoh NU dia kalah suara. Dan ketika Gus Dur harus angkat kaki hanya dengan mengenakan celana kolor, Mega ketiban PALU-nya Amin Rais. Jadi kadar kepresidenan Mega itu tetap hanya 50%.
Tahun 2004, Mega menjajal kesaktian. Pendukungnya begitu garang melawan SBY-JK. Tetapi dewi fortuna tak berpihak kepadanya. Mega bertekuk lutut. SBY-JK, masuk istina. Tahun 2009, belajar dari kekalahan 2004, Megawati ‘mantak aji rawa rontek’. Kembali SBY dia tantang. Sial Megawati keok lagi.
Tahun 2014? Ada ironi sejarah. Bapaknya, makksud saya Bung Karno, pernah mengangkat dirinya SEBAGAI PRESIDEN SEUMUR HIDUP yang kemudian menjadi kontroversi sepanjang seajarah.
Nah, Megawati Sukarno Putri? ‘Nunggak semi’ atau ‘napak tilas’ dalam konotasi nasib yang bertolak belakang. Megawati Sukarno Putri ANTRI PRESIDEN SEUMUR HIDUP.
Akan seburuk itukah nasib si gembala sapi? Ini pertanyaan sederhana. Yang bisa ‘ngejawab’ cuma Norma Sanger.

0 komentar:
Posting Komentar