blazer korea

Jokowi Gagal, Banting Stir Lirik Hari Tanoe




Untuk saat ini hatiku masih kepincut sama Jokowi. Belum sempat tergencet rayuan yang lain. Apalagi terpeleset memilih wajah-wajah lama. Kenapa eh kenapa, pertama karena pak de Jokowi bagiku sangat ideal untuk memimpin negeri ini. Kedua, tentu karena capres lain bagiku belum teruji.


Lihat saja kenyataannya. Para capres yang digadang-gadang layak memimpin negeri belum ada yang sukses memimpin kawasan teritori tertentu.


Prabowo sukses memimpin kopassus namun belum teruji menjabat Kades atau Camat. Bila Jokowi berhasil jadi RI 1 hati kecilku berharap Prabowo dijadikan menteri pertahanan keamanan saja karena kemampuannya militernya tak diragukan lagi.


Abu Rizal Bakri sukses memimpin AnTV dan sering nyiarin liga ISL yang aku suka. Dia juga sukses meramu TVone menjadi stasiun TV nomer satu yang kaya kontroversi. Tapi dia belum teruji menjadi Bupati kabupaten ‘berlumpur’ Sidoarjo. Kalau dia berhasil tentu lumpur Lapindo yang muncrat tiada henti di Sidoarjo sana sudah ‘pamit’ sekarang. Kalau Jokowi jadi presiden nanti hati kecilku berharap ARB dijadikan menteri Penanggulangan bencana saja agar dia bisa belajar dari masa lalunya di Sidoarjo.


Surya Paloh tak begitu aku kenal prestasinya apa karena sejujurnya aku jarang nonton Metro TV. Mestinya beliau mencalonkan diri dululah jadi walikota Solo. Bila sudah teruji barulah nangkring jadi penguasa Monas alias gubernur DKI. Jika Jokowi jadi presiden hati kecilku berharap Surya Paloh dijadikan menteri Penyiaran nasional sehingga di kampungku kelak acara metro TV dapat kami tonton tanpa perlu beli TV kabel atau parabola.


Calon yang lain juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Itu wajar karena kabarnya mereka manusia biasa. Kurang tahu kalau mereka selalu benar dan tak punya cela. Sama seperti pak de Jokowi. Namun di mataku, kelemahan pak de Jokowi mungkin baru sebaris sementara yang lain sudah berbaris-baris. Namanya juga mereka wajah-wajah lama di republik ini. Sudah pasti kelemahan mereka sudah ‘membumi’ di mata rakyat Indonesia.


Masalahnya sekarang, bagaimana seandainya pak de ku ini gagal atau ‘digagalkan’ menjadi calon pada 2014 nanti. Siapa yang akan aku pilih nanti?


Aku lebih suka memilih yang ada Hary Tanoe-nya. Terserah dia mau di partai mana. Kenapa eh kenapa? Karena beliau tergolong wajah baru dipercaturan politik kita. Selain itu dia tercatat penguasa media di negeri ini. Program strategis Pemerintahan manapun bila tak didukung oleh media jangan pernah berharap akan sukses. Alih-alih bikin rakyat makmur, malah nanti kedudukannya di kudeta rakyat bila media saingannya sudah muak dengan kegagalan programnya sehingga berani memprovokasi. Iya kan, iya kan?


Khawatirnya, bila Hary Tanoe yang terpilih, malah media-nya nggak mau mengkritisi. Jadi sebelum itu terjadi Hary Tanoe harus bikin janji dulu dengan aku eh rakyat, agar tidak menggunakan media untuk menutupi kekurangan dirinya nanti. Kalau belum jadi media-nya Hary Tanoe Cuma menonjolkan kelebihannya saja itu mah biasa. Kalo nggak begitu semua pegawainya bisa di banned nanti. Emang gampang jadi TKI sekarang?



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/10/22/jokowi-gagal-banting-stir-lirik-hari-tanoe-602711.html

Jokowi Gagal, Banting Stir Lirik Hari Tanoe | Unknown | 5

0 komentar:

Posting Komentar