Ucapan M. Rahmad, pemandu diskusi di rumah Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang menyebut bahwa Prof. Subur “dijemput” BIN bak bola salju mengelinding kemana-kemana. Beragam tafsir menyelimuti statement loyalis Anas tersebut. Apalagi, disusul dengan pernyataan “silahkan disimpulakn sendiri.”
Public pun menyimpulkan sendiri-sendiri dengan segala keterbatasan informasi dan pengetahuan. Ada yang menyimpulkan Prof. Subur diculik badan intelejen. Lantaran, pengelaman BIN dimasa orde baru cukup membuat bulu kuduk merinding. Yang sedikit cerdas hanya mengasumsikan ada upaya BIN menghalangi mantan ketum democrat itu agar tidak menghadiri diskusi dengan tajuk “politik dinasti dan meritokrasi politik.”
Pernyataan yang diumbar hari Jumat itu cepat menyebar melalui pemberitaan cetak, Televisi, media online dan social media. Tentu saja BIN meradang, apalagi istana yang kemudian dibantah oleh kedua lembaga tinggi Negara itu. Termasuk sang nara sumber sensasional, Prof. Subur Budhisantoso. Katanya disejumlah media pemandu acara (rahmad) telah memelintir keterangan sehingga membuat sebagian orang resah.
Dua hari kemudian, baru M. Rahmad mengklarifikasi ucapan nya yang telah membuat heboh tersebut. Setelah petinggi democrat dan Negara mengancam akan menangkan dan memenjarakan Rahmad atas tuduhan ‘fitnah.’ Mungkin lantaran gertakan tersebut, Rahmad keluar dari ‘persembunyiannya” langsung memberikan keterangan perihal apa yang terjadi sebenarnya.
Dalam acara ‘apa kabar indonesia’ pagi tadi yang juga dihadiri pengamat komunikasi politik Prof. Tjipta dan Sutan Batoegana, dari Demokrat. Rahmad berdalih tidak tahu efeck dari ucapannya tempo hari yang telah tersebar luas dan meresahkan. Dia beralasan, dua hari (sabtu-minggu)hari-harinya dihabiskan bersama keluarga. Sehingga tidak mengamati perkembangan informasi.
Dari gesture Prof. Tjipta dan Sutan tampak terlihat mereka berdua tidak percaya dengan alas an yang dikemukakan bekas wakil direktur eksekutif partai democrat tersebut. Dan langsung diutarakan Sutan. “gak mungkinlah anda tidak tahu. Anda kan punya handpone yang bisa mengakses informasi dan social media,”kira-kira begitu ucapan Sutan pagi tadi di Tv One. Dan Prof. Tjipta tersenyum kecil, pertanda setuju dengan pendapat Sutan. Termasuk saya.
Rahmad cukup sering tampil dilayar kaca. Baik wawancara, maupun berbentuk Talk Show. Setiap berbicara didepan umum, Rahmad selalu tenang, santai dan santun. Persis dengan gaya komunikasi Anas Urbaningrum. Namun, tadi pagi gaya Rahmad tampak berbeda. Seringkali Rahmad memotong pembicaraan lawan bicaranya, sesuatau yang sangat jarang dilakukan Rahmad. Ada kesan, Rahmad sedang dilanda masalah hebat.

0 komentar:
Posting Komentar