blazer korea

Inilah Keberhasilan LSI Setelah Mereka Mengumumkan Hasil Survei



Pada hari Minggu 21 Oktober 2013, Tim Riset dari PT Lingkaran Survei Indonesia (PT LSI) yang dipimpin Denny JA telah mengumumkan hasil survei mereka sekaligus memerikan interpretasi data survei mereka. Dari pengumuman ini, beragam tanggapan yang muncul. Ada orang yang menanggapinya dengan kepala dingin. Ada pula orang yang menanggapinya dengan “kepala panas”, seolah telah “kebakaran jenggot”.


Yang menanggapinya dengan “kepala dingin” tentu orang yang merasa tidak punya kepentingan apa-apa dari hasil survei itu. Atau paling tidak mereka masih percaya dengan metode survei. Sementara, orang yang menanggapinya dengan “kepala panas” cenderung mereka ini merasa terusik dan tidak percaya dengan hasil survei yang telah di rilis PT LSI.


Dalam pengumumannya, PT LSI merilis hasil survei yang hasilnya sebagai berikut: Partai Golkar (20.4%), PDIP (18.7%), dan Partai Demokrat (9.8%). Dibawah ketiga partai ini berturut-turut diantaranya Partai Gerindra (6.6%), PAN (5.2%), PPP (4.6%), PKB (4.6%), PKS (4.4%), Hanura (3.4%), Nasdem (2.0%), PBB (0.6%), dan PKPI (0.3%).


Selain mengumumkan hasil surveinya, Tim Riset PT LSI juga mencoba mereduksi data dengan memberikan interpretasi dan penjabaran-penjabaran hasil survei melalui wacana. Maka kemudian muncullah istilah Capres Riil dan Capres Wacana. Mungkin ada yang tidak tahu ini tuannya apa?. Tentu tujuanny tidak lain adalah agar hasil survei PT LSI kali ini bisa mendapat tanggapan dan kritik dari orang-orang. Sehingga dengan begitu, Tim Riset PT LSI akan lebih mudah menarik kesimpulan dan memberikan rekomendasi nantinya kepada pihak yang menggunakan jasa mereka.


Ada hal yang menurut saya menarik ketika PT LSI mengumumkan hasil surveinya kali ini. Menariknya adalah bahwa kemudian banyak pengamat entah dengan alasan apa tiba-tiba berkoar-koar dan ceplos-ceplos sana sini menanggapi miring pengumuman itu. Pengamat-pengamat, khususnya pengamat hukum dan politik seolah berlomba-lomba menarik kesimpulan sendiri dari hasil survei itu. Jadilah kesimpulan-kesimpulan mereka lahir sebelum Tim Riset menyimpulkan terlebih dahulu. Atau paling tidak, kesimpulan mereka seolah lahir di atas kesimpulan orang lain. Ha ha ha .. lucu junga, tapi apa boleh buat, bukannya itu memang kerja seorang pengamat?.


Dan teramat lucu lagi, kelihatan banyak pengamat dan simpatisan partai politik yang seolah-olah tidak terima dengan hasil survei yang telah dilakukan oleh PT LSI ini. Lucunya dan selucu-lucunya, mereka menolak hasil survei itu dengan prasangka-prasangka buruk. Dengan kesimpulan dan tanggapan yang “meraba-raba”. Padahal menurut saya, hasil survei ini tidak perlu ditanggapi berlebihan. Jika ternyata ada pengamat, simpatisan partai atau pendukung salah satu Capres yang tidak yakin akan kebenaran data survei yang di umumkan oleh PT LSI, menurut saya bukankan sebaiknya mereka itu melakukan survei sendiri?.


Saya kemudian merasa prihatin ketika ada pihak-pihak yang menolak data hasil survei yang jelas-jelas data itu diperoleh melalui rangkaian kegiatan Ilmiah dengan hanya melalui tanggapan-tanggapan negative. Padahal seharusnya jika mau menolak data survei ini, para pengamat, simpatisan partai politik, serta pendukung salah satu Capres harusnya juga punya data pembanding.


Bukankah PT LSI sudah mengumumkan hasil survei-nya dengan menyebutkan beberapa angka persentase?. Nah, kalau ada pihak yang merasa tidak terima dengan angka-angka itu, mestinya mereka ini mengujinya dengan melakukan survei sendiri. Setelah memperoleh data pembanding, barulah bisa mereka tidak terima atau tidak percaya dengan hasil survei.


Melihat Fenomena terkait hal ini, saya kemudian menilai bahwa PT LSI telah berhasil setidaknya:



  1. Memperoleh tanggapan dan kritik atas interpretasi hasil survei yang telah mereka lakukan,

  2. Melempar wacana baru dengan adanya istilah Capres Riil dan Capres wacana,

  3. Membuat beberapa pihak kocar-kacir dan seolah kebakaran jenggot,

  4. Membuat pihak lawan melirik salah satu Capres, yang tadinya tidak pernah diperhitungkan

  5. Memudahkan Tim Riset menarik kesimpulan dan memberikan rekomendasi kepada pihak yang mereka perjuangkan,

  6. Menguji kesabaran beberapa pihak baik yang terkait langsung dengan partai politik atau pun tidak,

  7. Mengangkat isu pen-Capres-an yang tadinya berada di dasar ke atas permukaan,

  8. Meninggalkan pesan bahwa peran lembaga survei di era demokrasi ini masih sangat dibutuhkan,

  9. Memberikan PR sekaligus tantangan bagi pengamat, simpatisan dan pendukung masing-masing Capres, dan

  10. Memberikan pelajaran bagi semua kalangan bahwa ternyata dunia politik itu tidaklah segampang yang ada dalam pikiran kita



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/10/22/inilah-keberhasilan-lsi-setelah-mereka-mengumumkan-hasil-survei-603812.html

Inilah Keberhasilan LSI Setelah Mereka Mengumumkan Hasil Survei | Unknown | 5

0 komentar:

Posting Komentar